Mengenal 3 Teknik Tenun – Kain Tenun

Assalamualaikum – Teman teman agustinnesia

Kain tenun adalah kain yang memiliki corah dan motif yang sangat indah, karena keindahannya dan pembuatannya menggunakan manual mesin menjadikan kain tenun sangat berharga dan dipasaran kain tenun memiliki harga yang relatif mahal jika dibandingkan dengan harga kain jenis lainnya. Teman-teman udah pada tahu jika kain tenun didapat dari menenun benang untuk mendapatkan hasil yang bagus penenun kain tenun mengerjakan / membuat kain tenun membutuhkan waktu yang cukup lama dan prosesnya panjang.

Ulasan artikel kali ini agustinnesia akan mengulas mengenai teknik teknik tenun kain tenun, yuk simak dibawah ini :

Menenun kain Tenun Manual Tangan – image from : silviagalikano.com

Kain tenun adalah kain yang dihasilkan dari proses menenun dengan menggunakan teknik persilangan benang atau dengan benang pakan dan proses pewarnaannya menggunakan pewarna alami. Kain tenun yang adalah kain sederhana yang digabungkan secara memanjang dan melintang.

Alat yang biasa digunakan untuk menenun terbagi menjadi 2 yaitu: alat tenun trasidonal dan tenun modern, alat tenun tradisonal yang masih digunakan menenun saat ini adalah ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin). Sedangkan zaman sekarang sudah mulai bermunculan alat modern, yaitu ATM (Alat Tenun Mesin).

ATBM atau biasa disebut sebagai Alat Tenun Bukan Mesin adalah alat yang digunakan untuk proses penenunan yang dibantu melalui gerakan manusia. Alat tenun bukan maesin ini cara kerjanya adalah dengan memegang helai-helai benang pada benang lungsi pada saat benang pakan diselipkan secara melintang diantara helai benang lungsi. Dalam proses ini terdapat sebuah pola saling silang-menyilang antara benang lungsin pakan, pola ini sering disebut sebagai anyaman.

Dalam teknik pembuatan tenun dibagi menjadi 3 teknik dasar. Teknik tenun sederhana / polos, tenun kepar, dan teknik tenun satin.

1. Teknik Tenunan Sederhana / Polos

Teknik tenunan polos merupakan teknik yang paling lama dan paling tua digunakan. Teknik ini sangat sederhana saat digunakan untuk menenun. Dan tenun sederhana / polos paling banyak digunakan diantara teknik tenun lainnya. Teknik tenun polos juga merupakan tenunan yang paling sederhana. Pada teknik ini benang pakan menyilang bergantian diatas benang lungsi dan satu benang pakan dan berikutnya di bawah satu benang pakan dan berulang seterusnya.

Kain dengan teknik silang polos terdiri dari dua benang lungsi dan benang pakan. Kain yang di silang polos adalah kain nainsook, organdi, blaco, voile, berkolin, kain mori, kain muslimah, dan sebagainya. Sifat dari tenun silang polos adalah tidak mudah bertiras, kuat, tenunan licin, dan benang tidak mudah bersangkut.

2. Teknik Silang Kepar

Teknik Tenun Silang Kepar merupakan teknik anyaman yang benang-benang lungsin menyilang diatas atau bawah dengan 2 benang pakan atau bisa lebih dari itu. Silangan benang lungsi sebelah kiri atau kananya bergeser satu benang pakan atau lebih membentuk garis diagonal atau garis kepar.

Pembuatan Kain dengan teknik silang kepar sederhana memerlukan tiga gun. Teknik kepar bisanya menggunakan rumus 2/1, yaitu angka dua menunjukan lungsi menyilang di atas dua pakan, kemudian menyilang di bawah sebuah benang pakan berikutnya yang ditunjuk oleh angka satu di bawah garis.

Permukaan kain merupakan permukaan lungsi karena lungsi menyilang di atas pakan lebih banyak daripada menyilang di bawah pakan. Dibandingkan dengan tenun polos, kalau konstruksinya sama, maka kain kapar kurang kuat sebab kain tenun dengan teknik kapar mempunyai silangan lebih sedikit sehingga benang-benangnya lebih longgar. Kain kapar lebih lembut dan supel sebab anyaman kepar adalah sebagai berikut :

Alat Menenun Secara Tradisonal / Manual – image from : indonesiakaya.com

Baca Artikel Lainnya : Inilah Beberapa Jenis Jenis Kain Katun, Karakteristik Kain Katun, dan Cara Merawat Pakaian dari Bahan Katun

  • Kepar Pakan

Kepar pakan merupakan kepar yang memiki efek pakan lebih panjang dari efek lungsi.

  • Kepar Rangkap

Kepar rangkap merupakan kepar yang panjang efek fungsinya sama dengan panjang efek pakannya. Misalnya kepar 2/2 dan kepar-kepar yang seimbang efek lungsi dan pakannya.

  • Kepar Lungsi

Kepar Lungsi merupakan kepar yang efek lungsi lebih panjang efek lungsi lebih panjang dari pada efek pakannya disebut kepar lungsi. Akibatnya kepar lungsi akan lebih tahan terhadap gosokan, dan karena itu kepar lungsi lebih awet dari pada kepar pakan.

  • Kepar 450

Kepar 450 merupakan kepar garis keparnya membentuk sudut 450 derajat terhadap pakannya. Garis kepar itu terbentuk karena penyilangan lungsi pada lungsi berikutnya bergeser satu pakan. Akan tetapi besarnya sudut tersebut dipengaruhi pula oleh letak lungsi dan letak pakan.

  • Kepar Kanan

Kepar Kanan merupakan kepar yang garis keparnya miring ke kanan dari bawah.

  • Kepar Kiri

Kepar kiri merupakan kepar yang garis keparnya miring ke kiri dan bawah.

  • Kepar Runcing

Kepar runcing merupakan kepar yang dibentuk dari kombinasi kepar kanan dan kepar kiri, yang garis keparnya bertemu pada masing-masing ujungnya.

  • Kepar Tulang Ikan

Kepar tulang ikan merupakan kepar yang di bentuk dari kombinasi kepar dan kepar kiri, tetapi garis keparnya tidak bertemu pada ujung-ujungnya. Kain yang ditenun dengan silang kepar ialah: drill, gabardine, kain kasur, dan sebagainya.

Baca Artikel Lainnya : 19 Jenis-Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia

3. Teknik Tenun Satin

Teknik tenun silang satin minimal memerlukan 5 gun, yang disebut juga satin 5 gun. Pada satin beratur, titik-titik saling pada lungsi berikutnya bergeser dua pakan atau lebih. Jumlah pergeseran ini disebut angka geser atau angka loncat. Pada satu rapor anyaman hanya terdapat satu silangan pada setiap lungsinya.

Efek-efek yang panjang ke arah lungsi maupun kearah pakan menempati sebagian besar permukaan kain. Efek-efek yang penjang mengakibatkan kain lebih mengkilap dari pada efek yang pendek-pendek. Lungsi yang diatas pecan 4 dan di bawah pakan 1.

Satin 7 gun berarti lungsi di atas dan di bawah pakan 1, satin 8 gun berarti lungsi di atas 7 dan di bawah pakan 1 dan begitu seterusnya, satin dengan efek yang lebih panjang akan kurang kekuatannya karena benang-benang tidak kokoh sehingga cenderung untuk lebih mengendor.

  1. Kilau merupakan karakter yang paling menonjol pada kain satin
  2. Jenis serat dan benang yang digunakan dan panjang efek akan mempengaruhi kilau kain satin.
  3. Karena sedikitnya jumlah silangan pada satin menyebabkan benang-benang berimpit satu sama lain dan menghasilkan sifat-sifat kain yang lebih bagus, halus, berkilau, lembut dan lungsi.
  4. Kain yang ditenun dengan konstruksi silang satin adalah : domas, handuk, berkotak, kain pique, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *