Mengenal Kain Rayon Karakteristik Kain Rayon dan Jenis-Jenis Kain Rayon

 

Assalamualaikum Teman-teman agustinnesia

Apa teman-teman tahu apa itu kain rayon? Jenis-jenis kain rayon, barakali pakaian kamu ada yang menggunakan bahan ini sahabat, Pada ulasan kali ini agustinnesia.com akan membagikan ulasan mengenai sejarah kain rayon, karakteristik kain rayon, jenis-jenis kain rayon dan cara perawatan kain atau pakaian dengan bahan rayon. Mungkin diantara teman-teman sudah ada yang mengetahui mungkin juga ada yang belum tahu sama sekali mengenai kain rayon, nah bagi yang belum mengetahui yuk simak ulasan dibawah ini.

Kain rayon adalah kain yang dibuat dari serat buatan dari serat selulosa yang telah diregenerasi. Banyak jenis dan kadar rayon dapat meniru nuansa dan tekstur serat alami seperti sutera, wol, katun, dan linen. Rayon dibuat dari selulosa yang dimurnikan, terutama dari serat tumbuhan atau kayu, yang secara kimia diubah menjadi senyawa yang mudah larut. Kemudian dilarutkan melalui spinneret untuk menghasilkan filament yang dipekatkan secara kimia, menghasilkan serat selulosa yang hampir murni. Karena rayon diproduksi dari polimer alami, serat ini dianggap sebagai serat semi sintetik.

Karakteristik Kain Rayon

Kain rayon memiliki daya serap keringat yang tinggi seperti kain katun, tekstur dan permukaan bahanya yang halus dan lembut dikulit, kain rayon sangat nyaman dipakai dan mudah diwarnai. Kilau alaminya tinggi, tidak mudah kusut, dan cenderung licin menyurpai sutera. Karena mudah menyerap zat pewarna maka tampilan bahan kain rayon umumnya juga sangat cerah. Pemulihan elastis ( retensi bentuk ) serat rayon terbilang sangat rendah. Bahan rayon tidak dapat kembali kedalam bentuk dan penampilan aslinya secara cepat. Kain rayon dikenal sangat mudah terbakar Bahkan cenderung mudah terbakar jika dibandingkan dengan kain linen, karun dan rami yang dibuat dari serat tanaman. Karena tidak sekuat rami atau katun alami, kain royan akan menjadi mudah rusak jika terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang cukup lama atau basah. Faktor-faktor lain seperti asam, jamur dan panas setrika juga dapat merusak kain royan.

Sejarah Pembuatan Kain Rayon

Saat ini memang kita bisa melihat, bahwa kain rayon bisa dengan mudah kita dapatkan ditoko-toko tekstil, dan dipasar kain. Bahkan secara onlinepun kita juga dapat mendapatkan bahan kain yang satu ini. Namun ternyata jika kita menilik kebelakang sejarah pembuatan kain rayon ini, ternyata proses pembuatannya tidaklah mudah dan butuh waktu yang lama dan cukup panjang prosesnya.

Penlitian dan pengamatan para peneliti terhadap benang sutera yang berasal dari kepompong ulat sutera, hingga bagaimana laba-laba dapat membuat benang atau serat halus untuk membuat sarangnya, pada akhirnya mencoba mereplika dan mencoba membuat sutera buatan dari bahan sintetis seperti dihasilkan kepompong sutera saat menghasilkan serat sutera. Namun sayang ternyata, setelah bertahun-tahun percobaan tersebut selalu gagal. Hingga akhirnya disekitaran tahun 1884, Hilaire de Chardonner, Comate de Chardonnay seorang ahli kimia Perancis berhasil mematenkan sutera buatan yang merupakan kain berbasis selulosa yang diperkenalkan dengan nama “Chardonnay silk”.

Bahan ini disebut-sebut merupakan sebagai bahan rayon generasi awal. Terlihat cantik dan indah, tapi sayangnya rayon generasi awal ini sangatlah famable alias mudah sekali terbakar, sehingga dianggap tidak aman untuk digunakan, dan akhirnya hilang dengan cepat dipasaran. Waktu terus berlanjut dan akhirnya rayon generasi barupun mucul.

Pada tahun 1894, penemu Inggris, Charles Cross, Edward Beven, Clayton bedle, mematenkan metore praktis yang aman untuk membuat artificial slik inilah yang nanti akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini. Kemudian di tahun 1905, perusahaan asal inggris, U.K Company Curtaulds Fiber untuk pertama kalinya memproduksi artificial silk ( sutera buatan ) secara komersil. Lalu Courtaulds membentuk American Division ( Semacam Grup Perusahaan ) bernama American Viscose Corporation, (kemudian dikenal sebagai Avtex Fiber ) untuk membuat artificial silk ( Sutera buatan) di Amerika Serikat pada tahun 1910. Dan barulah ditahun 1924, istilah “Rayon” ini digunakan.

Jenis – Jenis Kain Royan

  1. Kain Rayon Spandek

image from : tokopedia

Kain rayon spandek termasuk kedalam salah satu jenis kain yang terlihat cerah, bertekstur lembut dan juga fleksibel. Terbuat dari serat rayon yang dicampur dengan spandek. Karena fleksibel dan mudah direnggangkan maka kain rayon spandek juga sangat sesuai jika dipakai untuk membuat pakaian olehraga, kaos, bahkan jilbab atau gamis.

  1. Kain Rayon PE ( Polyester )

Kain rayon polyester merupakan jenis kain yang diperoleh dari campuran serat rayon dengan serat polyester. Campuran antara kedua bahan tersebut menjadikan kain rayon PE terkesan istimewa. Semakin banyak serat polyester yang terdapat pada kain maka kualitasnya akan semakin rendah dan harganya semakin murah. Karakteristik bahan kainnya sedikit kasar, mudah robek dan kurang nyaman.

Baca Juga Artikel Lainnya : 19 Jenis Bahan Kain Untuk Jilbab

  1. Kain Rayon Jersey

Kain rayon jersey merupakan kain yang berasal dari campuran antara benang dan serat rayon dan serat jersey.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Rayon

Rayon disebut sebagai serat serbaguna dan diklaim mempunyai tingkat kenyamanan sebagaimana halnya serat alam seperti halnya catton.  Meskipun karakteristik dari kain rayon ini, seperti licin dan jatuh (drape), lebih sering dianggap seperti nilon. Namun serat rayon dapat digunakan membuat kain yang sangat bagus, yang mana rayon dapat menyurpai tekstur dari sutera, wol, katun dan linen.

Selain kelebihan yang tadi disebutkan diatas, Kain Rayon juga dikenal lembut, halus, dingin, nyaman, jatuh, dan mempunyai daya serap yang bagus. Namun kain rayon dikenal sebagai kain yang mudah kusut, dan tidak sedikit garment yang menggunakan bahan ini tifak bisa dicuuci menggunakan mesin cuci karena kekuatan bahan rayon lebih rendah daripada catton disaat basah.

Baca Artikel Lainnya : Jenis Jenis Jilbab – Yang Wajib di Ketahui dan Wajib ada di Lemari Kamu

Cara Merawat Pakaian Dengan Bahan  Kain Rayon

Ada yang perlu diperhatikan dari teman-teman agustinnesia saat merawat atau mencuci kain ini, yaitu bahwa kekuatan kain rayon akan berkurang pada saat mereka dalam kondisi basah. Ini artinya kain rayon mudah rusak saat dalam keadaan basah dan memiliki kecenderungan mengkerut, Nah oleh karena itu, perlu sedikit teman-teman perhatikan khusus supaya pakaian kesayangan Anda tidak menjadi rusak nantinya.

  • Dari beberapa sumber-sumber yang membagi tips cara perawatan kain berbahan rayon, rata-rata menyarankan bahwa pakaian yang menggunakan bahan rayon sebaiknya untuk dicuci menggunakan tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan mesin cuci yang dikhawatirkan cuci dapat merusaknya.
  • Mencuci Pakaian rayon dengan air dingin atau hangat menggunakan deterjen yang tidak terlalu keras, lalu kucek dan remas secara lembut supaya busa dapat meresap kedalam kain, kemudian belas dengan air dingin.
  • Seperti yang tadi sudah disebutkan, usahakan meremas, dan mengucek dengan lembut dan perlahan tidak terlalu keras agar pakaian tidak menjadi rusak.
  • Kemudian dalam hal Penjemuran, Anda bisa mengantungnya pada gantungan plastik, atau jika anda takut pakaian Anda kehilangan bentuknya maka Anda bisa mengeringkanya pada rak pengering yang datar.
  • Selanjutnya saat teman-teman menyeterika beberapa rekan-tekan pemilik tekstil menyarankan juga supaya kain diseterika saat dalam keadaan sedikit basah, supaya mempermudah menghilangkan kerutan pada bahan rayon tersebut. Dan apabila memang harus menyeterika bagian depan dari pakaian, sebaiknya dilapisi menggunakan kain lainnya.

Waalaikumsalam – Agustinnesia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *