Mengenal Bahan Kain Kasmir, Kashmir atau Cashmere

Assalamaualaikum Sahabat Agustinnesia

Kebutuhan bahan baku kain di dunia selalu meningkat seiring perkembangan fashion dan kebutuhan pakaian di seluruh dunia, perdagangan pakaian juga mendorong berkembangnya produsen produsen kain, mengembangkan berbagai macam kain dan kali ini agustinnesia akan membagikan sedikit informasi mengenai bahan kain Kashmir atau Kasmir. Yuk simak ulasannya dibawah ini, jika informasi ini bermaanfaat bisa sista bagikan kepada teman-teman atau keluarga terimakasih.

bahan cashmere 

Kain kasmir atau Kashmir atau cashmere adalah serat mewah yang didapatkan dari bulu domba kasmir ( Capra hicus laniger ). Kata kasmir berasal dari nama sebuah tempat di Negara India yaitu daratan tinggi kashmir Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dan ujun barat barisan Himalaya. Kain Kasmir sekilas hampir mirip dengan kain wol tetapi lebih halus dan lebih lembut daripada kain wol yang berasal dari bulu domba biasa. Kain kasmir lebih halus, lebih kuat, lebih ringan, lebih lembut atau lapisan bawah rambut yang bercampur dengan lapisan luar yang lurus dan jauh lebih kasar dari rambut yang disebut guard hair. Untuk menghasilkan sertat kain yang halus bulu kambing Kashmir harus didehaired. De-hairing adalah proses mekanis yang memisahkan rambut kasar dari rambut halus. Setelah proses de-hairing maka serat Kashmir yang dihasilkan siap dicelup dan diubah menjadi benang tekstil, kain dan pakaian. Bulu domba Kashmir dikumpulkan pada saat musim semi. Di Belahan bumi utara domba betina awal bulan Maret dan sampai akhir Mei. Karena proses pengumpulan bulu begitu panjang dan tidak mudah maka ketika sudah menjadi kain atau pakaian bahan dari kain kasmir lebih mahal dari kain wol yang berasal dari domba biasa.

Artikel Lainnya : 19 Jenis-Jenis Kain

Penggunaan Kain Kasmir

Bulu kasmir murni setelah dicelup dan dipintal menjadi benang dapat dijadikan berbagai macam busana. Benang Kashmir biasanya dirajut menggunakan jumper ( sweater ), topi, sarung tangan, kaus kaki, dan pakain seperti mantel, jaket, celana panjang, piyama, syal, selimut, dan barang lainnya. Produsen kain dan garmen di Skotlandia, Italia, dan Jepang juga menggunakan bahan Kashmir untuk produksi garmen dan pakaian.
Banyaknya akan permintan kain Kashmir dari berbagai Negara luar, India sangat rajin mengembangkan salah satu jenis domba penghasil kain Kashmir, India juga menjadi salah satu pemasok bahan kasmir terbesar di Dunia setelah Cina.

Cara Perawatan Kain Kasmir

Agar pakaian berbahan Kashmir tidak cepat rusak sebaiknya jangan mencucinya dengan mesin cuci, Baju atau kain yang terbuat dari kasmir memiliki tekstur yang sangat lembut. Karena kelembutannya, kain atau baju berbahan kasmir butuh penanganan dan cara pencucian yang berbeda dari bahan kain lainnya. Biasanya kain kasmir ini harus dicuci dengan cara dry cleaning. Jika mencuci sendiri, Anda tidak disarankan untuk mencucinya dalam mesin cuci. Kain ini akan lebih tahan lama jika dicuci dengan menggunakan tangan.


Di Indonesia sendiri bahan kain Kashmir juga memilki banyak peminat baik remaja maupun orang tua, karena bahannya yang cukup halus dan tebal dan dapat melindungi kulit pada saat cuaca dingin, produk pakaian yang dapat kita temukan dari bahan kain Kashmir adalah syal, sweater, jaket, dan produk lainnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *