Bahan Kain Spandek, Sejarah Kain Spandek, Jenis Jenis Kain Spandek dan Juga Kelebihan Serta Kekurangan  dari Kain Spandek

 

Pakaian menjadi kebutuhan yang sangat penting, perkembangan dunia fashion juga terus berkembang. Berkembangnya teknologi juga mendorong perusahaan perusahaan produsen kain juga mengembangkan berbagai macam bahan kain, setiap kain juga memiliki fungsional yang beragam disesuaikan dengan kebtuhan masyarakat. Setelah kemarin kita membagikan ulasan mengenai kain sifon, jenis jenis kain sifon dan kali ini kita akan mengulas mengenai bahan kain spandek dan jenis jenis kain spandek. Udah pada tahu belum apa itu kain spandek? Yuk simak sist dibawah ini :

Kain spandek atau spandex merupakan kain yang terbuat dari serat sepandek, yaitu serat elastis (stretch)  yang terbuat dari polimer yang mengandung polyurethane (sejenis bahan buatan yang memiliki sifat lentur), serat sepandek termasuk bahan sintetis atau buatan. Karena sifat elastis ini bahan spandek sering juga disebut elastane. Serat sepandek memiliki daya tarik kelenturan sekitar 500% atau jika ditarik bisa mencapai lima kali panjang bahan sebelum ditarik, sehingga serat sepandek memiliki karakteristik mirip karet tipis, melekat di tubuh, serta mengkilap, namun lebih kuat daripada karet. Merek dagang dari kain spandek diantaranya Elaspan, Lycra, ESPA, dan Linel. Agar dapat menjadi kain, serat sepandek dicampur dengan benang lain seperti rayon, katun, serat polyester, denim, dan lain-lain.

 

Sejarah Kain Spandek

Kain Spandek – Image From : instagram.com/agustinnesia

Menilik dari sejarah, bahan spandek pertama kali ditemukan oleh Du Pont company pada tahun 1947 dengan sebutan “fiber K” yang memiliki keistimewaan memiliki elastisitas hingga 5x bahkan sampai 7x panjang awalnya. Pada masa itu memang dirasa perlu untuk mencari bahan atau jenis kain alternative sebagai pengganti karet

Penelitian ini di cetuskan oleh seorang kimiawan bernama Joseph Shivers di DuPont’s Benger Lab di Waynesboro, Virginia. Penelitian ini tarus berlanjut hingga akhirnya pada tahun 1959, Du Pont membuat kain spandek generasi baru yang diberi nama “Lycra” menghasilkan jenis kain yang ringan, elastis dan fleksibel.

Dalam Perkembangannya, kemudian bermunculan lah berbagai perusahaan serat sintetis lainnya yang mengembangkan spandek, dan masing-msing memiliki label yang berbeda-beda yang berbeda-beda. Di Amerika Utara dan Eropa Spandek dikenal dengan nama Elastane. Merek-merek yang ada dipasaran ketika itu (Lycara (Investa, Sebelumnya menjadi bagian dari DuPont’s) Elaspan (investa), creora (Hyosung), Roico dan Dorlastan (Asahi Kasei), Linel.

Jenis Jenis Kain Spandek

1. Kain Spandek Katun

Kain Spandek Bahan Katun, Image from : instagram.com/agustinnesia

Kain spandek katun atau catton spandek merupakan bahan kain yang dibuat dari campuran serat spandek dan benang katun atau kapas. Kombinasi antara kedua bahan ini menjadikan pakaian yang dibuat dari bahan katun spandek memiliki sifat yang cenderung elastis, lebih kuat dan tahan lama dibandingkan kain katun.

2 Kain Spandek Rayon

Kain Spandek Rayon – Image from : instagram

Kain spandek rayon atau rayon spandek merupakan kain yang dibuat dari campuran serat sepandek dengan benang rayon. Mamiliki karakter menyerap keringat dan lebih fleksibel di badan karena cukup mudah melar. Ada juga kain spandek semi rayon yaitu kain spandek dengan campuran serat spandek sedikit lebih banyak sehingga bisa merengang lebih panjang.

3. Kain Spandek Jersey

Kain Spandek Jersey – Image from : supplierkain

Kain spandek jersey merupakan kain yang dibuat dari campuran spandek dengan bahan jersey. Perpaduan benang spandek yang memiliki tingkat kelenturan tinggi, serat rayon yang memiliki karakteristik menyerap panas, serta benang dari serat bambu yang ringan, membuat kain spandek rayon jersey sangat cocok untuk dikenakan sebagai bahan pakaian sehari hari.

4. Kain Spandek Polyester

Kain Spandek Polyester image from : instagram.com/agustinnesia

Kain spandek polyester merupakan kain yang dibuat dari bahan dasar PE (polyester) yang dipadukan dengan serat spandek. Bentuknya sepintas mirip kain kaos atau katun tetapi lebih tipis.

5. Kain Spandek Denim

Kain Spandek Denim image from : pinterest.com/agustinnesia

Kain spandek denim atau denim spandek merupakan kain yang dibuat dari perpaduan antara bahan denim dengan serat spandek hingga akhirnya menghasilkan sebuah bahan yang terlihat seperti denim tetapi bersifat elastis. Biasanya disebut dengan jeans stretch karena mirip kain jeans tapi elastis, kain ini biasanya dipakai untuk celana legging.

 Baca Artikel Lainnnya : Mengenal Kain Voile, Kelebihan Kain Voile, Jenis-Jenis Kain Voile dan Cara Perawatan Kain Voile

Kekurangan dan Kelebihan dari Kain Spandek

Pakaian dari bahan spandek banyak digunakan dalam berbagai jenis pakaian, karena bahannya yang ringan dan tidak membatasi gerakan, misalnya pakaian dansa dan olahraga, pakaian renang, celana pengendara sepeda. Kain spandek juga banyak digunakan untuk pakaian wanita, karena kain spandek elastis, tahan terhadap kerusakan akibat cahaya matahari dan minyak dari kulit.

  1. Daya pemelaran yang tidak terlalu bersar jadi tidak mudah rusak, ketika terkena tarikan, dan hampir akan kembali ke ukuran aslinya.
  2. Tidak mudah berkerut.
  3. Terasa lembut ditangan, nyaman dipakai, daya elastis yang baik (mengikuti bentuk tubuh).
  4. Tahan terhadap asam dan alkali. Kain spandek tahan terhadap keringat, air laut, tahan terhadap berbagai jenis dry-clean, dan tahan terhadap suntan lotion (lotion utuk merubah kulit menjadi lebih gelap).
  5. Kemampuannya mempertahankan warna yang baik, tahan pemudaran.

Kekurangan Kain Spandek

  1. Daya serap yang tidak begitu baik, low breathable, sehingga uap air atau mungkin keringat kurang dapat ditransfer keluar (tergantung dari jumlah material spandek yang digunakan)
  2. Sensitif terhadap panas. Jadi hati-hati terhadap penyetrikaan yang terlalu panas, mesin pengering yang menggunakan panas, serta muncul bahan spandek dengan air panas. Karena hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap pakaian.
  3. Bahan ini akan menunjukan sebagai salah satu tubuh Anda alias jeplak tubuh.
  4. Spandek tidak biasa berdiri sendiri. Maksud dan contohnya adalah, Spandek perlu dikombinasikan dengan serat lain untuk menjadi benang atau kain, baru bisa dijadikan pakaian.

Penggunaan Kain Spandek di Industri Apparel

Untuk dapat menjadi sebuah kain dan digunakan industry pakaian, biasanya serat spandek dipintal menjadi dengan cara dikombinasikan dengan serat lainnya. Sepert nilon,polyester, rayon, dall. Lalu kemudian kain tersebut dicelup guna mendapatkan warna yang dikehendaki.

Nah saat ini Penggunaan kain Spandek sangat cocok luas cakupannya, terutama digunakan pada pakaian-pakaian yang membutuhkan stretch yang tinggi. Berikut beberapa penggunaan bahan kain spandek yang umum dapat kita temui sehri-hari:

  • Pada berbagai jenis pakaian olahraga
  • Sabuk ikat pinffang
  • Bra straps
  • Sarung Tangan
  • Legging
  • Celana Jeans Stretch
  • Dan Masih banyak lainnya.

Untuk Indonesia penggunaan kain campuran spandek ini juga yang menggunakanya sebagai salah satu pilihan bahan salah satu bahan untuk pembuatan baju-baju muslim, termasuk hijab. Alasanya tidak lain adalah karena mereka menyukai karakter dari kainnya  yang halus dan berlembut. Jadi kalau sahabat menemukan jenis kain yang ada embel-embel spandeknya maka biasanya ciri khas karakter kainnya adalah lentur, Meskipun seberapa lenturnya itu tergantung dari komposisi dari seberapa banyak material spandek yang dicampurkan pada benang yang digunakan pada material kain tersebut.

Baca Juga Artikel Lainnya : Inilah Beberapa Jenis Jenis Kain Sifon yang Cocok Untuk Bahan Jilbab

Sekarang teman-teman agustinnesia sudah tahu kan, kalau ada yang masih bingung biar enggak lupa baca lagi bisa hehehe. Semoga ulasan mengenai kain spandek diatas bermanfaat untuk teman-teman agustinnesia. Kamu boleh bagikan kepada teman-teman kamu atau keluarga kamu terimakasih.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *