Bahan Kain Crepe, Karakteristik Kain Crepe, dan Jenis-Jenis Kain Crepe

Assalamualaikum Teman-teman Agustinnesia

Bahan Kain Crepe mungkin pernah terdengar asing untuk sebagian masyarakat Indonesia, pasalnya, terkadang kita sering kali memakai pakaian tanpa tahu jenis bahan dari pakaian yang kita kenakan tersebut. Salah satunya adalah bahan baju atau pakaian yang disebut dengan Crepe.

Bahan Crepe ini muncul pertama kali pada tahun 1911, akan tetapi masih sedikit yang memproduksinya. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya cukup sulit, dan beberapa produsen garmen pada saat itu menjaga ketat rahasia dari pembuatan kain crepe ini.

Kain crepe adalah jenis kain bertekstur yang terlihat kasar, berkerut, juga berkeriput, lebih tepatnya bertekstur seperti kulit jeruk atau kerikil. Nama Crepe sendiri berasal dari bahasa perancis “cirinkle” yang berarti kerut. Kesan kasar yang ditampilkan bahan crepe tersebut umumnya diperoleh dari teknik tenun kain yang sangat beragam.

Karakteristik Kain Crepe

Kain crepe sendiri memiliki sifat lentur dengan tekstur yang permukaannya terlihat berpasir atau berkerikil, kasar dan telihat berkerut. Meski permukaannya terlihat kasar atau berkerut, namun jika dipegang teksturnya akan terasa lembut ditangan.

Jenis – Jenis Kain Crepe

1. Kain Bubble Crepe

Kain bubble crepe adalah salah satu jenis kain crepe dengan tekstur seperti kulit jeruk yang sangat nampak dan jelas. Tekstur kulit jeruknya sangat terasa pada saat kita meraba dan terlihat sangat jelas. Bahan kain bubble crepe cukup nyaman digunakan sebagai bahan untuk jilbab maupun gamis dan kombinasi pakaian. Karena sifatnya dari kain bubble crepe sedikit agak melar, ringan dan jatuh.

2. Kain Moss Crepe

Bahan crepe selanjutnya adalah kain moss crepe kain dengan tekstur jeruk seperti butiran pasir tersusun rapi, seperti pasir yang menempel pada permukaan kainnya. Karakteristik kain moss crepe sendiri cukup tebal, dan serat kainnya juga rapat tidak menerawang saat dilihat.

3. Kain Arabian Crepe

Kain Arabian crepe hampir sekilas sama dengan kain moss crepe dengan kualitas atau grade di atasannya. Untuk kain Arabian crepe lebih halus, lebih ringan, adem, dan lebih tebal daripada kain moss crepe.

4. Kian Crezia Crepe

Kian crezia Crepe adalah jenis kain crepe, kain ini bertekstur jeruk yang memiliki karakteristik elastic, tekstur kain yang menyurpai objek wajik. Kain crepe crezia ringan, jatuh dan tidak mudah kusut, namun agak transparent jika dibandingkan dengan kais moss crepe.

5. Kain Diamond Italiano

Selanjutnya Kain Diamond Italiano adalah jenis bahan kain crepe yang memiliki karakteristik ringan, jatuh, cukup melar, karakteristik kain tipis dan menerawang. Kain Crepe Diamond Italiano biasa digunakan untuk bahan kombinasi pakaian dan jilbab.

6. Kain Diamond Georgette

Kain diamond georgette adalah bahan kain yang hampir sama dengan kain diamond italiano, perbedaannya bertekstur jeruk yang samar-samar namun masih terlihat. Jenis kain ini tipis sama dengan crepe lainnya tapi transparent sehingga terlihat sekilas sama dengan sifon. Basanya jenis ini terbuat dari sutera asli atau sutera buatan tidak berkilau/kilap yang memiliki kelenturan (drapes) yang sangat baik sehingga sangat elastis. Nama Georgatte sendiri diambil dari nama seorang dressmaker asal Perancis bernama Georgatte de la Plant pada awal abad-20an.

7. Kain Barbie Ceruti, atau Ceruti Baby Doll

Kain Barbie ceruti atau ceruti baby doll adalah kain crepe yang paling tipis, paling ringan, paling jatuh dan paling transparent. Karakteristik kain tidak elastis dan sangat menerawang.

8. Crepe Maroacin

Kain Crepe maroacin, jenis kain crepe ini memiliki tekstur yang berat dengan garis-garis tegas. Kain Crepe Maroacin biasanya terbuat dari sutera, rayon atau wol, jenis kain ini terbuat dengan menggunakan pemutaran benang pada bagian weft secara berat. Dan menghasilkan jenis kain dengan karakter bergelombang, tekstur garis/jalur. Biasanya digunakan untuk baju gaun / dress atau setelan jas.

9. Wool Crepe

Kain ini umumnya dibuat dengan teknik tenun polos atau plain wave, dan umumnya terbuat dari material wool atau wol. Serat wool atau wol sendiri biasanya didapat dari bulu hewan seperti sheep atau domba, namun ada juga serat wol yang didapat dari hewan tertentu seperti kambing Cashmier. Kaming angora, kelinci angora.
Bahan crepe wool memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap kondisi dingin. Bahan ini juga tahan terhadap hawa panas api dan dapat menahan air tanpa merasa basah.
Biasanya, wool tebal digunakan untuk membuat kain wool crepe yang berat, sedangkan wool yang halus digunakan untuk membuat kain crepe yang ringan. Karakter kerutnya didapat dari penggunaan alternatice Z san S twist yarns, atau bahasa mudahnya benang yang dibuat dengan cara diplintir/diputar/twist ke-arah yang berlawanan.

10. Crepe de Chine

Jenis kain ini sangat ringan biasanya terbuat dari benang sutera yang menghasilkan tekstur yang sangat halus. Berpasir/kerikil, finishing warna tidak berkilau/kilap (matte finish) dan sering kali dibuat untuk baju-baju Gaun/dress yang mewah. Kekurangan dari jenis kain ini adalah tidak tahan lama jika terkena pancaran sinar matahari secara langsung.

Baca Artikel lainnya : Mengenal Bahan Kain Kasmir, Kashmir atau Cashmere

Pilihan Warna Kain Crepe

Kain crepe juga memiliki banyak warna, anda bisa memilih sesuai warna yang kamu inginkan.

Perawatan Kain Crepe

Yang perlu kita perhatikan pada perawatan kain crepe adalah saat menyeterika sebaiknya kita berhati-hati, gunakanlah setrika dengan suhu rendah atau low karena jika terlalu panas maka kain ini akan rusak dan bahkan meleleh.

Saat kita mencuci pakaian atau jilbab yang terbuat dari jenis kain crape usahakan jangan menggunakan mesin cuci, karena tekstur pada beberapa jenis kain crepe elastis/lentur, yang dikhawatirkan dapat merusak tekstur pada jenis kain ini. Jika anda menjemur pakaian dengan bahan crape tidak membutuhkan waktu lama saat mengeringkaannya dan usahakan jika sudah kering segera dilipat dan dirapikan, jika terlalu lama Anda menjemur pakaian dengan jenis crepe ini dikhawatirkan akan merusak warna pada kain tersebut. Pada dasarnya perwatan semua pakaian hampir sama.

Baca Artikel Lainnya : Kelebihan Kain Wolfis, Karakteristik, dan Harganya

Nah mungkin itu beberapa jenis bahan kain crepe yang dapat kita bagikan ke sahabat agustinnesia, jika kalian memiliki artikel dan ingin dibagikan kepada teman-teman melalui agustinnesia.com kamu dapat menghubungi cs kami melalui kontak yang tersedia di website Agustinnesia.com, kepada sahabat agustinnesia yang ikut menulis artikel, agustinnesia akan memberikan merchandise cantik untuk kamu sist.semoga artikel singkat mengenai bahan crepe dapat bermanfaat. Terimakasih Sista

Waalaikumsalam

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *