19 Jenis-Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia

Assalamualaikum – Teman teman Agustinnesia

Nusantara adalah wilayah kepulauan yang memiliki berbagai daerah yang ada, setiap daerah memiliki beragam jenis kebudayaan yang berbeda-beda juga, selain itu pakaian setiap daerah juga beragam jenisnya, model dan bentuk yang bermacam-macam juga. Dan dibuat dari berbagai macam jenis kain, pada ulasan artikel kali ini agustinnesia mengulas mengenai jenis jenis kain tenun yang ada diberbagai daerah di Indonesia udah ada yang pada tahu belum? Jika belum tahu kamu wajib berbangga teman-teman karena Indonsia memiliki beragam jenis kain tenun. Yuk simak ulasanya dibawah ini :

1.  Tenun Ulos

Kain Tenun Ulos – image from : instagram.com/agustinnesia

Kain ini adalah salah busana khas indonesia, secara turun temurun ulos dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera utara. Warna dominan pada kain ini adalah merah, hitam dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak.

2.  Tenun Gringsing

Kain Tenun Geringsing

Kain gringsing adalah satu-satunya kain tenun trasidonal indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik dobel ikat dan memerlukan 2-5 tahun. Kain ini berasal dari Desa Tenganan, Bali. Umumnya, masyarakat tersebut memiliki kain gringsing berusia ratusan tahun yang digunakan dalam upacara khusus. Kata gringsing berasal dari gering yang berarti “sakit” dan sing “tidak”, sehingga bilang digabungkan menjadi “tidak sakit”. Maksud yang terkandung di dalam kata tersebut adalah seperti penolak bala. Di Bali, berbagai upacara, seperti upacara potong gigi, pernikahanm dan upacara keagamaan lain, dilakukan dengan bersandar pada kekuatan kain geringsing.

3. Tenun Sumba

Tenun Sumba

Tenun sumba adalah salah satu bentuk seni kerajinan yang dihasilkan oleh kaum perempuan yang dihasilkan oleh kaum perempuan dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kerajinan tenun itu berupa sehelai kain yang penuh hiasan dekoratif yang indah, dengan disain menarik, komposisi harmonis, dan bentuk-bentuk hiasanya mempunyai karakteristik tersendiri.

4. Tenun Lurik

Tenun Lurik

Tenun lurik adalah salah satu kain tenun nusantara yang tumbuh dan berkembang di Pulau Jawa.

Dan ada berbagai penemuan sejarah memperlihatkan bahwa kain tenun lurik telah ada di Jawa sejak zaman pra sejarah. Ini dapat dilihat dari berbagai prasasti yang masih tersisa, misalnya Prasasti peninggalan zaman Kerajaan Mataram (851 – 882 M) menunjuk adanya kain lurik pakan malang. Prasasti Raja Erlangga dari Jawa Timur tahun 1033 menyebutkan kain tuluh watu, salah satu nama kain lurik. Dan lebih memperkuat pendapat bahwa kain tenun telah dikenal lama di Pulau Jawa adalah pemakaian kain tenun pada arca-arca dan relif candi yang terbesar di Pulau Jawa.

Tiga daerah di Indonesia yang membuat jenis lurik tenun lurik adalah Jawa, Solo dan Tuban.

5. Tenun Toraja

Tenun Toraja

Kain Tenun Toraja merupakan Simbol yang khas keterikatan manusia dengan alam dan lingkungannya dan salah satu warisan leluhur yang masih dijaga kelestariannya sampai saat ini.

Kain ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam budaya masyarakat Toraja. Kain tenun memegang peran penting dalam berbagai upacara adat, juga berfungsi sebagai symbol kemakmuran dan kejayaan. Di masa lampau hanya orang-orang tertentu saja yang mampu memiliki kain-kain tersebut misalnya kaum bangsawan atau masyarakat ekonomi mampu. Untuk dapat memiliki kain tersebut mereka menukarnya dengan hewan ternak misalnya kerbau yang secara ekonomi memiliki nilai tinggi dan seikat kain juga digunakan untuk membayar pajak dan sebagai tanda perdamaian antara kelompok-kelompok aristocrat yang berperang.

Baca Artikel Lainnya : Bahan Kain Crepe, Karakteristik Kain Crepe, dan Jenis-Jenis Kain Crepe

6. Tenun ikat Troso

Tenun ikat Troso

Tenun ikat torso atau Kain torso adalah kain tenun Jepara dari Desa Troso dan berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsing yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami.

Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kain ikat dapat dijahit untuk dijadikan pakaian dan perlengkapan busana, kain pelapis mubel, atau penghias interior rumah.

7. Tenun Buna Insana

Tenun Buna Insana

Kain tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini adalah kain tenun full handmade (sepenuhnya dikerjakan secara manual atau menggunakan tangan manusia) yang saat ini banyak dicari oleh para pencinta kain nusantara.

8. Tenun Songket

Tenun Songket

Pada dasarnya, baik tenun songkat maupun tenun ikat tidak berbeda jauh. Keduanya sama-sama dibuat dengan menganyam dua jenis benang yang lajurnya dibuat vertical dan horizontal melalui tantuan alat tenun dan bilah-bilah kayu. Hanya saja, pada songket, ada teknik tambahan berupa penyukitan atau teknik cukit, yakni ada bagian benang yang sebelumnya dianyamankan ke jalur kain yang lain diangkat dan setenganya diplintir terlebih dahulu menggunakan sebuah alat. Namun, teknik ini tidak berpengaruh besar pada tekstur songket yang paling membedakan songkat dengan jenis kain tenun biasa tak lain pada jenis benang yang dipakai. Pada songket, selalu ada benang emas atau benang perak yang terhias pada permukaan kain.

9. Tenun Pandai Sikek

Tenun Pandai Sikek

Tenun Kain Pandai Sikek adalah jenis kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat, kain tenun ini dapat digolongkan sebagai songket karena menggunakan benang emas dan perak saat pembuatannya. Tidak hanya itu, ada pula campuran benang katun pada jenis kain ini sehingga sangat nyaman saat dipakai.

Baca Artikel Lainnya : Bahan Kain Crepe, Karakteristik Kain Crepe, dan Jenis-Jenis Kain Crepe

10. Songket Jambi

Songket Jambi

Sesuai dengan namanya, Bisa dibilang kain tenun songket merupakan salah satu hasil budaya Jambi yang namanya dibanggakan ke mana-mana. Tidak hanya mengandalkan teknik tenun yang mudah, songket Jambi pun untuk dalam hal pemberian motif. Setiap motif yang ada di dalam kain tenun songket jambi memiliki maknanya masing-masing.

11. Songket Palembang

Kain Tenun Songket Palembang

Dipercaya bahwa masyarakat Palembang sudah mulai mengenal teknik menenun songket dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Tidak mengherankan pula jika hingga kini Palembang terkenal sebagai daerah penghasil songket-songket berkualitas dengan beragam motifnya yang cantik. Untuk motifnya sendiri, songket dari daerah ini tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dari songket / tenun Jambi sebab keduanya adalah wilayah yang berdekatan.

12. Tenun Doyo

Tenun Doyo

Jenis tenun dari Kalimantan ini termasuk tenun ikat yang benangnya dibuat dari bahan dasar serat daun khas yang ada di daerah tersebut. Tidak hanya memakai material khas wilayah, motif-motif tenun doyo pun mengambil corak dari bentuk hewan, tumbuhan, cerita mitologi yang berkembang disuku Dayak yang ada di kawasan itu.

13. Tenun Pagatan

Tenun Pagatan

Tenun Pagatan merupakan kain tenun khas Kalimantan Selatan ini dianggap memiliki corak yang begitu unik dan menarik sehingga mudah diaplikasikan ke dalam berbagai mode fashion yang tengah berkembang. Terkenal di Kalimantan Selatan, nyatanya tenun ini dulunya dibawa masuk ke Pulau Borneo oleh masyarakat Bugis asal Sulawesi.

Baca Artikel Lainnya : Bahan Kain Denim, Karakteristik Kain Denim dan Jenis-Jenis Kain Denim

14. Tenun Sambas

Tenun Sambas

Tenun sambas memiliki motif yang sangat cantik, kamu akan sulit mengalihkan pandangan jika kamu melihat pesona dari tenun asal Kalimantan Barat ini.

Termasuk jenis kain tenun pakan yang kerap dihiasi benang emas, tenun sambas memberikan keunikan dengan adanya motif pucuk rebung yang menyurpai tunas pada tumbuhan bamboo yang tiap kakinya. Maknanya sendiri adalah kerendahan hari dan semangat untuk terus maju.

15. Tenun Buton

Tenun Buton

Tenun Buton merupakan jenis kain yang memiliki banyak pilihan warna. Kamu bisa menemukan tenun Buton dalam warna merah, oranye, biru, hijau. Semuanya melambangkan alam yang ada dikawasan tersebut.

Tidak hanya untuk pakaian adat, tenun di Buton kerap pula dijadikan hiasan dinding.

16. Tenun Donggala

Tenun Donggala

Jenis tenun yang dulunya digunakan / dipakai untuk berbagai acara bear seperti pesta pernikahan-ini sekarang mulai dipakai guna beragam kegiatan sehari-hari.

Selain untuk acara gembira, seperti pesta pernikahan dan penjamuan tamu, tenun Donggala juga kerap dipakai sebagai lambang kedukaan, yakni kain tenun Donggala yang berwarna hitam atau ungu.

17. Tenun Nusa Tenggara

Tenun Nusa Tenggara

Kebanyakan tenun yang ada di kawasan Nusa Tenggara merupakan jenis kain ikat. Banyak sekali motif yang ada di jenis tenun ini, namun dapat dibedakan menurut daerahnya, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

18. Tenun NTT

Tenun NTT

Jenis tenun ikat di NTT biasa digunakan untuk beragam kegiatan sehari-hari. Mulai dari dijadikan selendang sampai untuk sarung bantal, tenun di NTT rasanya sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Secara motif, tenun NTT lebih memiliki corak yang mengambil pemandangan dari alam di sekitarnya, seperti hewan-hewan. Makanya, kamu dapat menemukan motif burung, kuda, kerbau, sapi, dan burung rata-rata menjadi motif sendiri bermakna keberanian dan kekuatan.

19. Tenun Tapis

Tenun Tapis

Kain Tenun Tapis berasal dari Lampung dengan berbagai motif lokal yang sangat khas sekali. Belum banyak yang memakai jenis kain ini untuk dibuat dress ataupun kemeja karena termasuk kain adat yang hanya dipakai pada momen-momen tertentu.

“ Jika kamu suka menulis ingin dipublikasikan di agustinnesia.com, hubungi saja cs kami sista, akan kami publikasikan diagustinnesia.com. Dan dapatkan merchandise cantik dari agustinnesia”

Salam Co-Writer and CS Support Agustinnesia.com

Waalaikumsalam teman-teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *