19 Jenis Bahan Kain Untuk Jilbab

Assalamualaikum Sahabat Agustinnesia

Bila kita membicarakan Hijab atau jilbab, terutama saat akan memilih atau membeli jilbab kadang kita pasti bingung mau membeli jilbab yang mana, terbuat dari kain apa? Untuk itu Agustinnesia akan membagikan tulisan rangkuman artikel mengenai jenis-jenis kain, yang diharapkan para hijabers maupun pembaca semakin memahami karakter, kelebihan dan kekurangan dari berbagai jenis kain, Yuk…simak ulasannya sebagai berikut sista :

  • Kain Sutera

Kain Sutera merupakan kain yang terbuat dari serat protein alami, yang paling umum adalah berasal dari serat kepompong ulat sutera. Memiliki tekstur halus, lembut namun tidak licin, Kelebihan kain sutera yaitu bahan sangat nyaman karena dingin dan lembut serta cocok dipakai pada acara formal karena memberikan kesan elegant. Sedangkan kekurangan kain sutera yaitu mudah kusut serta membutuhkan perawatan khusus agar bisa tahan lama, selain itu harga kain sutera relatif mahal.

  • Kain Wolfis

Kain Wolfis atau wolpeach merupakan kain yang terbuat dari campuran antara kain sutera, kain tenun, dan serat sintetis ( buatan ). Kelebihan kain wolfis diantaranya tidak mudah kusut, tidak panas, nyaman dipakai, tidak menerawang, sedangkan kekurangan dari kain wolfis yaitu terdapat banyaknya pilihan warna yang kadang malah membuat kita bingung untuk memilih.

  • Kain Satin

Kain satin adalah jenis kain yang ditenun dengan menggunakan tehnik serat filament sehingga memiliki ciri khas permukaannya mengkilap dan licin. Sedangkan bagian belakang kain biasanya tidak mengkilap. Kelebihan dari kain satin diantaranya memiliki kesan menawan, dan mewah karena bahannya mengkilap, selain itu bahannya lembut dan nyaman dipakai. Sedangkan kekurangan kain satin yaitu bahan tidak bisa dijahit dengan detail tinggi karena licin, selain itu akan merusak bahan.

  • Kain Katun / Kain Kaos

Kain Kaos atau Kain Katun merupakan kain yang terbuat dari katun atau serat kapas alam, kain katun sendiri memiliki banyak jenis, yang bagus salah satunya katun jepang atau tayoba. Kelebihan kain katun yaitu elastis, adem, nyaman dipakai, mudah menyerap keringat. Kekurangan kain katun yaitu kain mudah melar setelah dicuci beberapa kali.

  • Kain Spandek

Kain sepandek merupakan kain yang terbuat dari bahan non alami dan memiliki bermacam-macam jenis, karakteristiknya yaitu memiliki efek mengkilap, meskipun tidak semua kain sepandek seperti itu, Kelebihan kain spandek diantaranya mudah menyerap keringat sehingga tetap nyaman saat digunakan pada cuaca panas, sedangkan kekurangan kain spandek bahan yang mudah melar atau kendur apabila pencuciannya kurang tepat.

  • Kain Sifon atau Chiffon

Kain Sifon adalah kain yang terbuat dari bahan dasar kapas, sutera, dan serat sitentis, memiliki sifat tipis dan licin. Kelebihan kain sifon yaitu memiliki kesan elegant sehingga cocok untuk acara semi formal. Sedangkan kekurangan kain sifon diantaranya kekurangan cocok dipakai saat cuaca panas, kain relatif menewarang.

  • Kain Hycon

Kain Hycon merupakan kain yang karakteristiknya mirip kain hycon, hanya saja kain hycon lebih lembut, memiliki serat kain lebih dapat dan halus. Kelebihan kain hycon yaitu kain terasa lembut, bahan tidak jatuh dan mengembang. Kekurangan kain hycon diantaranya memiliki lebar kain yang kecil yaitu sekitar 115cm.

  • Kain Maxmara

Bahan kain maxmara adalah bahan kain yang mirip dengan jenis kain Satin, dan ada juga yang memasukan bahan kain ini termasuk dalam bahan satin. Bahan Maxmara sejenis dengan bahan Roberto cavil, namun jika diteliti terdapat bedanya yaitu bahan Maxmara lebih halus seperti sutera. Oleh karena itu pula banyak yang menyebutnya bahan kain ini sebagai sutera satin yang halus.
Jika diuraikan satu persatu pengertiannya adalah sejenis dengan bahan kain yang ditenun menggunakan teknik serat filament sehingga mempunyai ciri khas yaitu mengkilap, sedangkan maxmara diambil dari nama sebuah rumah mode dunia yang karyanya banyak dikenal karena penampilannya yang glamour. Jadi tinggal bagaimana sahabat muslimah menilai dari jenis kain ini, apakah mau dimasukan ke dalam jenis bahan satin ataukah merupakan jenis bahan tersendiri, itu tidak masalah.

Karakteristik Bahan Maxmara :

  1. Kain Maxmara memiliki tekstur yang lebih lembut, adem dan nyaman dikulit.
  2. Bahan Kain Maxmara tergolong kain yang tidak bikin gerah ketika dipakai. Namun tentunya standar kenyamanan pemakainya disini adalah dengan bahan katun jepang yang memang sudah terbukti sebagai bahan kain yang paling adem dan membuat nyaman penggunanya.
  3. Kain Maxmara juga termasuk kain yang licin, ringan dan jatuh.
  4. Bahan ini walaupun tipis namun tidak tranparan atau menerawang.
  5. Kain Maxmara jika diraba akan terasa lembut.
  6. Jika dilihat seksama, serat kainnya lebih rapi dan lebih baik dibandingkan dengan kain Satin.
  7. Untuk harga memang lebih mahal dibandingkan dengan bahan satin, namun terkesan lebih doff dan tidak glosyy. Dapat dikatakan, bahwa mengkilapnya bahan Maxmara ini memang pas dan bagus dipandang,
  8. Untuk Warna yang tersedia, bahan ini terdiri dari warna polos dan motif yang banyak sekali macamnya sehingga teman-teman akan mudah untuk mencari warna dan motif yang sesuai dengan keinginan.

Baca Juga Artikel Lainnya :  Jenis Jenis Jilbab – Yang Wajib di Ketahui dan Wajib ada di Lemari Kamu

  • Kain Ceruti

Kain Ceruti ( Ceruty ) merupakan kain yang memiliki ciri khas tipis sehingga mirip kain sifon, perbedaannya permukaan kain ceruti mirip permukaan kulit jeruk namun halus. Kelebihan kain ceruti yaitu bahan memiliki sifat lembut, memberikan kesan mewah dan elegant. Kekurangan kain ceruti diantaranya akan berkurang sesuai bagi anda yang menyukai kain dengan tekstur halus.

  • Kain Voile

Kain Voile merupakan kain yang memiliki sifat hampir sama dengan kain hycon yaitu halus dan lembut, ada yang terbuat dari bahan kapas, rayon, sutera, maupun polyester. Kelebihan kain volie yaitu bahan halus dan lembut sehingga nyaman dipakai dan cocok digunakan saat siang hari. Sedangkan kekurangan kain volie yaitu bahannya kurang lentur sehingga sulit dikreasikan.

  • Kain Higet / Hyget

Kain Higet merupakan sejenis kain bahan kaos yang terbuat dari campuran polyster dan katun tetapi lebih tipis. Kelebihan kain higet yaitu jenis ini merupakan kain yang harganya murah. Kekurangannya yaitu bahan tipis dan kadang berkerut.

  • Kain Rayon

Kain rayon atau viscose / viskosa adalah campuran bahan dari unsur kain pada jeans yang terbuat dari bahan sintetis yang kadang dicampur dengan bahan alami, jenis kain royan yang biasanya digunakan untuk jilbab royan gerimis dan royan super. Kelebihan kain royan diantaranya bahan menyerap keringat sehingga cocok dipakai saat cuaca panas, memiliki kesan casual, tekstur mudah diantur dan dikreasikan. Sedangkan kekurangan kain royan yaitu bahan mudah kusut, kadang mudah luntur, menimbulkan bau keringat kurang sedap apabila digunakan terlalu lama menyimpan keringkat.

  • Kain Kashmir

Kain Kashmir atau Cashmere adalah kain yang terbuat dari serat binatang yaitu domba, nama cashmere sendiri diambil dari dataran tinggi Kashmir di India. Kelebihan kain Kashmir yaitu memiliki tekstur lentur dan hangat. Sedangkan kekurangan kain Kashmir yaitu memiliki bahan yang lebih tebal sehingga kurang cocok apabila dipakai saat cuaca panas.

  • Kain Polyester ( PE )

Kain Polyester adalah kain yang terbuat dari bahan sintetis atau buatan, lebih tepatnya terbuat dari serat ester yang berasal dari minyak bumi. Kelebihan kain polyester diantaranya bahan tidak mudah kusut, tidak memerlukan perawatan khusus, cocok digunakan dimanapun. Sedangkan kekurangan kain polyester yaitu kemampuannya dalam menyerap keringat kurang bagus sehingga kurang cocok dipakai saat cuaca panas, selain itu tekstur kain kurang lentur.

  • Kain Jersey

Kain Jersey adalah kain dari jenis tekstil rajutan dan terbuat dari katun atau juga katun dengan campuran bahan sintetis, berkarakter halus, lebih tebal dari spandex, royan, dan tidak berbulu. Kelebihan kain jersey yaitu memiliki tekstur lembut dan ringan serta memberikan kesan jatuh saat dipakai, serta adem. Sedangkan kekurangan kain jersey yaitu membuat wajah pemakainya terlihat lebih berisis serta sifat kain menempel.

  • Kain Rajut

Kain rajut berasal dari benang kemudian langsung dirajut dengan mesin rajut, bahan yang dipakai biasanya benang polyester ( PE ), benang rayon. Kelebihan kain rajut yaitu cocok digunakan untuk bandana. Sedangkan kekurangan kain rajut diantaranya kurang cocok apapila dipakai jilbab karena karakteristiknya kurang halus dan tebal.

  • Kain Twiscone

Kain twiscone adalah kain yang mirip dengan sifon, tetapi lebih tebal, berat, dan berkarakter halus. Kelebihan kain twiscone yaitu tidak menerawang dan tidak menimbulkan bau meskipun berkeringat. Sedangkan kekurangan kain twiscone diantaranya kurang cocok digunakan di cuaca panas.

  • Kain Denim

Kain Denim adalah kain yang sering dipakai untuk membuat jeans. Bahan denim dibuat dari material kain yang kuat dari catton twill. Kelebihan kain denim diantaranya bahan adem, sedikit kaku dan tidak terlalu lemas sehingga mudah dikreasikan kekurangan kain denim yatu kurang tepat apabila dipakai pada acara formal.

  • Kain Crepe

Kain Crepe adalah kain bertekstur yang terlihat kasar, berkerut, juga berkeriput, lebih tepatnya bertekstur seperti kulit jeruk. Kata crape sendiri berasal dari bahasa prancis “crinkle” yang berarti kerut. Bahannya sendiri yang umumnya berasal dari benang sifon. Kelebihan kain crape yaitu bermacam-macam jenis kain misalnya buble crape ( bublepop ), diamond georgette, dan yang lain, kain bersifat lentur dan nyaman, kekurangannya kain crape yaitu tidak tahan lama jika terkena pancaran sinar matahari secara langsung, serta secara umum kain ini tipis.

Beberapa jenis-jenis bahan kain mungkin bisa anda pilih saat anda sedang mencari jilbab sebagai koleksi Jilbab Anda, agustinnesia juga menyediakan berbagai macam-macam model jilbab atau hijab dan pakaian dengan bahan-bahan kain berkualitas, terbaik dengan harga yang terjangkau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *